Thursday, November 5, 2015

Oh no.... Air mati....!

Sudah hampir seminggu ini tidak ada air di rumah. Pompa yang sejak tiga minggu lalu mulai berbunyi nyaring (kroook... krooook... - tanda debit air berkurang), akhirnya menyerah juga. Suatu pagi, air memutuskan untuk berhenti menetes. Tidak bisa lain, sumur baru harus digali. Tidak mungkin kan terus mengharapkan air dari tetangga (lha wong sumur pompa tetangga juga kering kok)? Tapi, kenapa harus gali sumur baru? Kenapa tidak menggali lebih dalam sumur pompa yang lama saja? Itulah hebatnya desain rumahku. Pompa di rumah sekarang ada persis di bawah meja dapur, yang di atasnya dipasang lemari gantung, dengan plafon yang tingginya kira-kira 2 meter saja.

Terus, siapa yang begitu 'cerdasnya' memutuskan untuk membangun meja dapur di atas sumur? Tentu saja 'you know who' lah.... She who must not be named. Logikanya, tentu sumur harus digali lebih dulu, selesai, dan baru pasang meja dapur. Tidak mungkin membuat meja dapur dulu baru kemudian sumur (itu pipa mau dimasukin lewat mana?). Kalaupun saat rumah tersebut dibeli (mertuaku membeli rumah ini dari seorang haji Betawi dan merenovasinya) pompa tersebut sudah terpasang di bawah meja dapur, kenapa saat renovasi tidak dipindah, mumpung saat itu belum ditinggali? Kenapa.... dan kenapa lainnya yang hanya Tuhan yang bisa menjawab.

Tentunya, sama dengan segala keajaiban yang ada di rumah ini, yang tertimpa biaya dan kerepotan tambahan untuk membuat sumur baru adalah kami: aku dan suamiku.  Bukan biayanya yang membuat kami jengkel bukan kepalang, tapi repotnya itu lhoooo.... Duh! Soal biaya jelas: menggali sumur baru pasti lebih mahal daripada menambah kedalaman sumur lama. Selain itu, waktunya pasti lebih lama. Belum lagi debunya, kotornya, dan segala tugas ekstra lainnya selama masa penggalian sumur baru. Oiya, satu lagi: memangnya yang sumurnya kering kami doang? Di Jakarta yang tidak hujan-hujan ini ada beratus-ratus atau mungkin beribu-ribu sumur kering yang harus digali, sementara tukang gali sumur di sini terbatas. Dengan demikian dapat dipastikan daftar tunggu untuk gali sumur cukup panjang. Kami sendiri baru dapat giliran minggu depan, yang berarti setelah hampir dua minggu sumur kering baru dapat giliran untuk ditangani.