Tentang Aku

Aku adalah seorang ibu dari dua orang anak, satu perempuan dan satu lagi laki-laki; keduanya adalah jagoanku, yang perempuan jagoan besar, dan adiknya jagoan kecil.  Aku menikah dengan suamiku di tahun 2009, kira-kira 6 bulan setelah ibuku tiada, yang menjadikanku dan dua adikku yatim piatu karena ayahku telah meninggalkan kami beberapa tahun sebelumnya.

Suamiku sendiri adalah anak ketiga dari empat bersaudara, dan kakaknya yang nomor 2, satu-satunya perempuan, seumuran denganku.  Ipar-iparku terbilang sukses, kecuali iparku yang perempuan. Kegiatan sehari-harinya adalah di rumah, kecuali di hari tertentu ia pergi bekerja - tidak ada yang tahu kerja di mana dan sebagai apa kecuali mertuaku - karena hal ini ditutup-tutupi dari keluarga yang lain.

Bapak mertuaku sebelumnya adalah pejabat sebuah instansi yang di jaman Orba termasuk 'basah', dan ibu mertuaku biasa dimanja dengan materi. Dulu, sebelum bapak mertuaku pensiun, hampir setiap hari mereka makan di restoran dan jalan-jalan ke mall. Sekarang? Yang terjadi adalah sebaliknya. Kalau dulu ingin apa-apa tinggal minta, sekarang untuk bayar tagihan telepon dan listrik pun sulit, padahal rumah mereka terletak di daerah elit dan tidak kalah mentereng dibandingkan dengan rumah lain di sekitarnya.

Kebalikan dari mertuaku dan ipar-iparku (kecuali kakak ipar perempuan yang tinggal bersama orang tuanya, yaitu mertuaku) yang tinggal di kompleks ataupun rumah mewah, aku hidup bahagia bersama suami dan anak-anakku di gang MHT (yang artinya gang yang hanya bisa dilewati motor); bertetangga dengan eyang pemilik warung kecil, tukang bakso, dan PRT harian yang sehari-hari bekerja di kompleks tempat mertuaku tinggal.

Hingga hari ini, sejak aku tinggal di situ, belum pernah sekali pun kakak-kakak iparku (baik yang laki-laki maupun yang perempuan) mampir ke rumahku, padahal rumah yang kutempati ini adalah rumah milik orang tua mereka, bukan rumah milikku ataupun suamiku pribadi. Adik iparku, seingatku baru dua atau tiga kali mampir ke rumah, itu pun tidak lebih dari 5 menit. Tapi.... lebih baik sangat jarang dibandingkan tidak pernah sama sekali kan? Mertuaku juga jarang sekali ke rumah. Belum tentu dua bulan sekali mereka mampir, walaupun dari rumah mereka ke rumahku tidak lebih dari 5 menit naik mobil atapun 10 menit berjalan kaki. Aku sendiri tidak ambil pusing. Malah lebih baik untukku kalau mereka jarang atau tidak pernah ke rumah. Pusing kalau mereka datang...! Kerepotannya seperti menghadapi ibu tiri dan kakak-kakak tiri Cinderella: cerewet, berisik,banyak permintaan, dan ladenane poooollll....! Apa-apa minta diambilin, dan diladeni, plus dikomentari.

Hahahaha.... seru juga yaaa.... Makanya aku menulis blog ini. Biar segala cerita bisa tersampaikan, tidak hanya dipendam di hati dan pikiran lalu jadi penyakit. Makanya, jangan terlalu diambil pusing ya... jangan terlalu diambil hati. Aku tidak perlu dikasihani kok... Masih banyak menantu-menantu lain yang nasibnya lebih buruk dari aku. Aku kan juga tidak disiksa..., aku hanya mengalami kehidupan yang 'seru'. Kalaupun rasa-rasanya kita tidak sepaham, ya tidak perlu dikoreksi yang terlalu serius... kita tidak sependapat boleh kan? Menanggapi boleh, silakan saja, tapi jangan terlalu serius ya.... Wong aku juga menulis ini tidak serius-serius amat kok....

No comments:

Post a Comment